Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Wali Kota & Polda Sumbar Satu Suara: Payakumbuh Harus Bebas Narkoba Mulai dari Kampung

Shoppe Mall

Payakumbuh – Wali Kota & Polda, Riza Pahlevi, bersama Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat, Irjen Pol Teddy Minahasa, menggelar pertemuan penting yang menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan Payakumbuh sebagai kota yang bebas narkoba. Kedua pihak sepakat bahwa untuk mencapai tujuan ini, peran serta masyarakat, terutama di tingkat kampung, sangat diperlukan.

Dalam pertemuan yang digelar di Balai Kota Payakumbuh, Senin (24/11), Wali Kota Riza Pahlevi menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba di Payakumbuh sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan, dan hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. “Penyalahgunaan narkoba dapat merusak masa depan generasi muda kita. Kami di Pemerintah Kota Payakumbuh bertekad untuk membuat kota ini bebas dari narkoba, dimulai dari tingkat kampung atau kelurahan,” tegas Riza.

Shoppe Mall

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa menegaskan bahwa pihak kepolisian akan mendukung penuh upaya Pemerintah Kota Payakumbuh dalam memberantas narkoba. “Kami akan terus melakukan operasi dan pengawasan yang intensif, tetapi yang lebih penting adalah kesadaran masyarakat untuk berperan aktif. Penanggulangan narkoba bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Wali Kota & Polda Kolaborasi untuk Perubahan

Dalam upaya ini, Pemerintah Kota Payakumbuh berencana untuk mengimplementasikan sejumlah program untuk memberdayakan masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba. Salah satu program utama yang disarankan adalah pendirian pusat-pusat informasi dan edukasi tentang bahaya narkoba di setiap kampung. Program ini akan melibatkan para pemuda, tokoh masyarakat, dan berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.

Wali Kota & Polda
Wali Kota & Polda

Baca Juga :  Payakumbuh Creative Festival 2025 Dorong Kreativitas

“Di tingkat kampung, kami akan bekerja sama dengan tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk melakukan penyuluhan dan sosialisasi. Ini adalah langkah awal untuk menciptakan kesadaran kolektif bahwa Payakumbuh harus bebas narkoba. Masyarakat harus tahu dampak buruk narkoba, baik itu bagi diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sosial,” tambah Riza.

Upaya Kepolisian dan Pemerintah

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa, menyampaikan bahwa Polres Payakumbuh dan jajaran akan lebih aktif melakukan patroli serta penyelidikan terhadap peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kepolisian juga berkomitmen untuk terus mengungkap jaringan-jaringan pengedar yang mencoba memasok narkoba ke daerah ini.

“Kami sudah beberapa kali mengungkap kasus narkoba di Payakumbuh, namun kami sadar, meski telah berhasil menangkap pelaku, kita harus lebih giat dalam melakukan pencegahan agar peredaran narkoba ini bisa diputus hingga ke akar-akarnya,” ungkap Teddy.

Peran Masyarakat: Mulai dari Kampung

Wali Kota Riza menekankan bahwa program pemberantasan narkoba harus dimulai dari tingkat yang paling dasar, yaitu kampung. Menurutnya, masyarakat di tingkat kampung memiliki potensi yang sangat besar untuk mengawasi dan mencegah peredaran narkoba. Dalam hal ini, penting untuk menciptakan rasa saling peduli dan berbagi informasi di antara sesama warga.

“Masyarakat yang hidup di kampung adalah garda terdepan dalam pemberantasan narkoba. Mereka yang lebih tahu apa yang terjadi di lingkungannya, mereka yang bisa saling mengingatkan dan mendukung. Dengan begitu, kita bisa mencegah masuknya narkoba ke dalam kampung-kampung kita,” jelas Riza.

Selain itu, Pemerintah Kota Payakumbuh juga akan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas (Bhabinkamtibmas) yang ada di setiap kelurahan, yang diharapkan dapat memberikan edukasi dan pengawasan terhadap peredaran narkoba di tingkat grassroot.

Dukungan Masyarakat dan Organisasi

Masyarakat Payakumbuh menyambut baik langkah yang diambil oleh pemerintah dan kepolisian untuk memberantas narkoba. Beberapa organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan di Payakumbuh juga telah menyatakan kesiapan mereka untuk ikut serta dalam upaya ini.

Salah satunya adalah Forum Pemuda Payakumbuh yang sudah sejak lama mengadakan berbagai kegiatan penyuluhan mengenai bahaya narkoba kepada kalangan pelajar dan pemuda. “Kami sangat mendukung upaya pemerintah dan polisi dalam memberantas narkoba. Kami siap bekerja sama dalam mengedukasi generasi muda Payakumbuh agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” kata Ketua Forum Pemuda Payakumbuh, Andi Saputra.

Harapan ke Depan

Kedua pihak, baik Wali Kota Payakumbuh maupun Kapolda Sumbar, berharap kolaborasi ini dapat membawa hasil yang positif. Mereka menegaskan bahwa meskipun tantangan besar menghadang, namun dengan kerja keras dan semangat kebersamaan, Payakumbuh dapat menjadi kota yang bebas dari narkoba.

“Kami percaya, dengan sinergi antara pemerintah, polisi, dan masyarakat, Payakumbuh dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam pemberantasan narkoba. Kita harus mulai dari lingkungan yang paling kecil, yaitu kampung, untuk menciptakan perubahan yang lebih besar,” ujar Teddy Minahasa.

Wali Kota Payakumbuh, Riza Pahlevi, juga optimistis bahwa dengan langkah-langkah konkret yang sudah direncanakan, Payakumbuh dapat mengurangi bahkan menghilangkan peredaran narkoba di daerah ini dalam waktu dekat. “Perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama. Kita bisa wujudkan Payakumbuh yang bebas dari narkoba jika kita semua bersatu padu,” tutupnya.

Penutup

Komitmen bersama antara Pemerintah Kota Payakumbuh dan Polda Sumbar untuk memberantas narkoba adalah langkah positif yang patut diapresiasi. Dengan melibatkan masyarakat mulai dari tingkat kampung, diharapkan masalah narkoba bisa segera teratasi. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam mengatasi permasalahan narkoba yang semakin meresahkan.

Shoppe Mall