Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Khoiriah Mengurus SIM Difabel di Polres Trenggalek

Shoppe Mall

Payakumbuh – Khoiriah Mengurus Tak banyak yang tahu bahwa di balik suasana tertib dan formal Polres Trenggalek, terjadi sebuah peristiwa yang patut dicatat dalam sejarah inklusi di daerah ini. Hari itu, seorang perempuan tangguh bernama Khoiriah datang bukan untuk melapor, bukan juga untuk mengurus tilang — melainkan untuk mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus difabel.

Langkah sederhana, tapi sarat makna.

Shoppe Mall

Tidak Minta Dikasihani, Hanya Ingin Dipahami

Khoiriah adalah seorang penyandang disabilitas yang sejak kecil menggunakan kursi roda. Tapi dari caranya berbicara dan bertindak, tidak ada satu pun aura ketergantungan. Ia datang dengan percaya diri, membawa seluruh persyaratan yang dibutuhkan, dan mengikuti setiap tahapan pengurusan SIM dengan tertib — seperti warga lainnya.

“Saya bukan ingin perlakuan khusus, saya hanya ingin layanan yang adil,” katanya singkat, tapi mengena.


Polres Trenggalek: Respon Positif, Akses Lebih Progresif

Khoiriah Mengurus
Khoiriah Mengurus

Baca Juga : 8 Fakta Mengejutkan Kasus Reni, Korban TPPO Modus Kawin Kontrak di China

Kedatangan Khoiriah langsung disambut positif oleh jajaran Satlantas Polres Trenggalek Mereka menyiapkan jalur yang lebih ramah bagi pengguna kursi roda, serta memberikan pendampingan dalam proses ujian teori dan praktik. Bahkan, kendaraan yang digunakan dalam ujian praktik telah dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan difabel.

“Pelayanan kami terbuka untuk semua warga, termasuk penyandang disabilitas. Ini bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan pelayanan publik yang inklusif,” ujar salah satu petugas di lokasi.


Lebih dari SIM, Ini Soal Akses dan Martabat

Apa yang dilakukan Khoiriah sebenarnya lebih dari sekadar mengurus SIM. Ini adalah pernyataan: bahwa difabel bukan objek belas kasihan, melainkan subjek hukum dan warga negara yang punya hak dan kewajiban sama.

SIM bukanlah “kemewahan” yang diberikan kepada yang mampu berjalan, tapi adalah hak bagi siapa saja yang memenuhi syarat — termasuk mereka yang berjalan dengan cara berbeda.


Satu Langkah Kecil, Dampaknya Bisa Nasional

Aksi Khoiriah mungkin terlihat sederhana. Namun jika ditarik ke konteks yang lebih luas, ini bisa menjadi inspirasi nasional. Banyak daerah di Indonesia yang belum siap melayani difabel dengan layak, baik dari sisi fasilitas maupun sikap petugas.

Kini, Trenggalek punya satu cerita inspiratif. Dan itu dimulai dari satu langkah berani Khoiriah.


Penutup: Inklusi Tidak Datang dari Janji, Tapi dari Tindakan

Langkah Khoiriah hari itu bukan hanya tentang SIM. Ini tentang memecah batas diam-diam yang selama ini membatasi ruang gerak penyandang disabilitas di layanan publik.

Jika kita ingin masyarakat inklusif, maka kisah seperti ini tidak boleh hanya jadi berita satu hari. Harus jadi budaya.

Shoppe Mall