payakumbuh – Kolaborasi Global strategis antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Payakumbuh dan perusahaan mode ternama asal Bali, The Sak, membuka lembaran baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk menjangkau pasar internasional.
Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing produk kerajinan lokal dengan mengusung nilai-nilai budaya serta kualitas produksi yang memenuhi standar global.
Dalam kesempatan tersebut, Dekranasda Payakumbuh menggandeng The Sak Bali karena pengalamannya dalam membina pengrajin lokal hingga mampu menembus pasar ekspor.
Wali Kota Payakumbuh, melalui Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh, menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi batu loncatan penting dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerah.
The Sak, sebagai brand global berbasis di Amerika Serikat dengan pabrik di Bali, dikenal sukses memberdayakan pengrajin perempuan melalui produk tas rajut berbasis nilai sosial dan keberlanjutan.
Melalui kolaborasi ini, para pengrajin dan pelaku UMKM di Payakumbuh akan mendapatkan pelatihan keterampilan produksi, pengemasan, hingga pemasaran digital.
Pelatihan tersebut akan difokuskan pada peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing dengan merek global yang telah memiliki standar mutu tinggi.
Selain itu, The Sak juga akan membagikan pengalaman mereka dalam membangun merek yang mengangkat narasi budaya lokal ke panggung internasional.
Kerja sama ini melibatkan kurator desain, mentor kewirausahaan, dan konsultan ekspor untuk mendampingi UMKM selama proses pengembangan.
Dekranasda Payakumbuh telah melakukan seleksi terhadap sejumlah UMKM yang memiliki potensi kuat untuk dikembangkan dan dibawa menuju pasar ekspor.
Tidak hanya pelaku kerajinan, UMKM kuliner dan fesyen juga menjadi bagian dari pengembangan dalam skema kolaborasi ini.
Baca Juga : Kolaborasi Global! Dekranasda Payakumbuh dan The Sak Bali Siapkan UMKM ke Pasar Dunia
Sebagai langkah awal, The Sak Bali mengadakan ini
Pemerintah Kota Payakumbuh memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini, termasuk melalui fasilitasi pembiayaan dan pendampingan teknis.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi yang menyasar sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak utama.






