payakumbuh – Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti Aula Balai Kota Payakumbuh saat puluhan mahasiswa menerima secara simbolis beasiswa dari Lazismu.
Program beasiswa ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dengan Pemerintah Kota Payakumbuh.
Wali Kota Payakumbuh hadir langsung dalam acara tersebut dan menyampaikan bahwa beasiswa ini adalah bentuk nyata dari investasi masa depan.
Kita sedang menanam benih yang suatu hari nanti akan tumbuh menjadi pohon-pohon yang menaungi bangsa,” ucapnya dalam pidato pembukaan.
Beasiswa ini ditujukan kepada mahasiswa dari keluarga prasejahtera yang memiliki semangat belajar tinggi dan menunjukkan prestasi akademik yang baik.

Baca Juga : Payakumbuh gelar Kejurnas Tenis Junior Piala Wali Kota 2025, diikuti 162 atlet dari dalam dan luar negeri
Selain mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga, seleksi juga mencakup wawancara motivasi dan penilaian keaktifan sosial mahasiswa.
Dari ratusan pendaftar, hanya sekitar 70 mahasiswa yang berhasil lolos dan mendapatkan beasiswa tahun ini.
Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan pelatihan kepemimpinan dan pengembangan diri sebagai bagian dari program pembinaan.
Direktur Lazismu Sumatera Barat, dalam sambutannya, mengatakan bahwa pendidikan adalah pilar utama pembangunan bangsa.
Ia menyebut kolaborasi dengan pemerintah daerah seperti ini menjadi contoh baik dalam pengelolaan dana zakat secara produktif.
Pemerintah Kota Payakumbuh mendukung penuh inisiatif ini dengan menyediakan data penerima dan dukungan kebijakan.
Dalam jangka panjang, Pemko ingin memperluas skema bantuan ini agar menjangkau lebih banyak mahasiswa di berbagai wilayah.
Beasiswa ini pun menjadi penyemangat baru bagi mahasiswa yang selama ini harus berjuang keras untuk tetap kuliah di tengah keterbatasan.
Salah satu penerima, Rahmi (21), mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi, mengaku bersyukur karena bisa kembali fokus belajar tanpa harus bekerja paruh waktu.
Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya ia hampir berhenti kuliah karena tidak sanggup membayar biaya semester.
Alhamdulillah, sekarang saya bisa kembali meraih cita-cita jadi guru,” tuturnya sambil berkaca-kaca.
Orang tua para penerima beasiswa juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Lazismu dan Pemko.
Banyak dari mereka merupakan petani, buruh, dan pekerja informal yang kesulitan membiayai pendidikan anak-anak mereka.






