payakumbuh – membersihkan sampah atau memperbaiki Setelah gelombang aksi unjuk rasa yang memadati jalanan ibu kota kemarin, suasana pagi di sejumlah titik terlihat berbeda dari biasanya.
Di balik sisa-sisa spanduk protes dan kerusakan ringan pada fasilitas umum, tampak sekelompok buruh mengenakan seragam kerja mereka, membawa sapu, karung, dan peralatan kebersihan.
Tanpa komando pemerintah atau perintah resmi, mereka secara sukarela turun tangan membersihkan lingkungan yang terdampak oleh aksi mereka sendiri.

Baca Juga : Dokter Tifa Surati Donald Trump Bongkar Alasan di Balik Ijazah Jokowi
Pemandangan ini terjadi di kawasan Bundaran HI, Jalan Medan Merdeka, hingga depan Gedung DPR/MPR, lokasi-lokasi yang sehari sebelumnya menjadi titik pusat demonstrasi besar.
Aksi ini bukan hanya tentang membersihkan sampah atau memperbaiki fasilitas yang rusak, tapi juga menjadi simbol tanggung jawab sosial dari kalangan buruh terhadap masyarakat luas.
Roni, salah satu buruh dari kawasan industri Cikarang, mengaku merasa terpanggil untuk ikut serta dalam kegiatan bersih-bersih tersebut.
“Kami menyuarakan aspirasi kemarin, tapi kami juga sadar dampaknya. Sekarang saatnya kami menunjukkan bahwa kami juga bagian dari masyarakat yang peduli,” ujar Roni.
Bersama rekan-rekannya, Roni mengumpulkan sisa-sisa botol plastik, baliho sobek, hingga kursi taman yang terguling karena kerusuhan kecil.
Kegiatan ini berlangsung sejak pukul enam pagi, sesaat setelah kendaraan dinas kebersihan mulai bekerja membersihkan jalan utama.
Tidak ada pengorganisasian formal, hanya komunikasi melalui grup WhatsApp dan kesadaran kolektif di antara para buruh.
Sejumlah warga yang melintas pun mengapresiasi aksi tersebut, bahkan ada yang ikut membantu atau sekadar memberikan air minum.
“Salut dengan para buruh ini, semoga jadi contoh untuk semua pihak,” kata Ibu Lilis, warga Jakarta Pusat yang melintas sambil membawa anaknya ke sekolah.
Aksi bersih-bersih ini juga menjadi sorotan media lokal, karena tidak biasa melihat peserta demo kembali ke lokasi untuk memperbaiki dampaknya.
Beberapa anggota komunitas buruh bahkan membawa cat semprot dan kuas untuk memperbaiki mural-mural yang terkena aksi vandalisme.
Aksi ini juga mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, meski tidak disponsori langsung oleh pihak mana pun.
Wakil Gubernur DKI Jakarta menyampaikan apresiasi melalui akun media sosial resminya, menyebut aksi ini sebagai “bentuk kedewasaan berdemokrasi”.
Beberapa pejabat daerah juga turun langsung meninjau kegiatan dan berdialog dengan para buruh di lapangan.
Dalam dialog tersebut, buruh menyampaikan bahwa kebersamaan dan solidaritas tidak berhenti saat orasi, tapi berlanjut dalam aksi nyata sosial.
Bagi sebagian buruh, ini adalah cara untuk mematahkan stigma negatif terhadap demonstrasi yang sering dikaitkan dengan kerusuhan dan perusakan.

