Payakumbuh – Pemulihan dan Pembangunan Aroma hangus itu mungkin sudah lama hilang dari udara, tetapi kenangan tentang kebakaran besar yang meluluhlantakkan Pasar Payakumbuh masih membekas di benak banyak orang. Kini, setelah luka itu perlahan mengering, pemerintah kota tancap gas: pemulihan dan pembangunan pasar kembali dikebut.
Bangkit dari Abu
Kebakaran yang melanda Pasar Ibuh—jantung ekonomi Kota Payakumbuh—pada tahun lalu menyisakan kerugian besar. Ratusan kios hangus, ribuan pelapak kehilangan tempat usaha, dan denyut ekonomi rakyat seketika melemah.
Namun seperti filosofi Minang: “sakik mananti sehat, karuah mananti janiah” — kesulitan menanti perbaikan. Pemerintah Kota Payakumbuh, dibantu berbagai pihak, bergerak cepat merancang pembangunan ulang pasar yang lebih aman, modern, dan manusiawi.
Pembangunan dengan Pendekatan Baru
Berbeda dari sebelumnya, pembangunan pasar kali ini dirancang lebih terstruktur. Tak hanya sekadar membangun kembali kios, pemerintah mengedepankan konsep green market: pasar yang ramah lingkungan, tahan bencana, dan tertata dengan baik.
Revitalisasi ini meliputi:
-
Pembangunan kios permanen berbahan tahan api
-
Sistem drainase yang lebih baik
-
Zona parkir yang tertib
-
Area hijau sebagai ruang terbuka publik
Selain itu, sistem digitalisasi pasar juga mulai diterapkan: dari pembayaran non-tunai hingga integrasi dengan aplikasi dagang lokal.
Suara dari Lapangan
Marni, salah satu pedagang sayur yang kiosnya terbakar tahun lalu, kini sudah kembali berjualan di lapak sementara. Meski sederhana, ia menyambut baik progres pembangunan yang tengah berlangsung.
“Yang penting cepat selesai. Kami rindu pasar yang layak. Kalau bisa, lebih baik dari yang dulu,” ujarnya sambil menata cabai di atas meja.
Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh menyatakan bahwa target pembangunan pasar utama akan rampung dalam beberapa bulan ke depan.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi tentang menghidupkan kembali denyut ekonomi rakyat. Kami komitmen untuk percepat proses ini,” tegasnya dalam sebuah konferensi pers.
Kolaborasi Jadi Kunci
Pembangunan ini tidak berjalan sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah provinsi, kementerian terkait, serta pelibatan aktif pedagang menjadi kunci suksesnya pemulihan ini. Bantuan stimulus bagi pedagang, pelatihan digital marketing, hingga penyediaan lapak sementara yang layak turut diberikan.
Mimpi Baru di Balik Reruntuhan Lama
Kebakaran mungkin telah memadamkan satu bagian sejarah, tapi di balik itu, lahir peluang untuk membangun sesuatu yang lebih baik. Pasar Payakumbuh tak hanya dibangun ulang secara fisik, tetapi juga secara semangat: sebagai ruang ekonomi, ruang sosial, dan ruang budaya masyarakat.
Jika proses ini berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Pasar Payakumbuh bisa menjadi contoh pasar rakyat modern yang tumbuh dari reruntuhan—sebuah bukti bahwa dari abu, kita bisa bangkit lebih kuat.






