Payakumbuh – rombongan Karang Taruna Niat hati ingin melepas penat dengan liburan ke pantai, siapa sangka justru pulang membawa duka. Sebuah rombongan Karang Taruna asal Surabaya mengalami musibah terseret ombak saat berwisata di Pantai Modangan, Blitar, Jawa Timur, pada akhir pekan lalu. Peristiwa ini mengingatkan kita: alam tak pernah bisa diprediksi, apalagi diremehkan.
Apa sebenarnya yang terjadi? Bagaimana bisa kegiatan yang seharusnya menyenangkan berubah jadi tragedi?
Rombongan Muda yang Antusias, Tapi Lengah
Rombongan yang terdiri dari belasan anggota Karang Taruna ini diketahui datang dalam rangka rekreasi sekaligus penguatan kekompakan organisasi. Mereka tiba di lokasi sejak pagi hari, menikmati indahnya pantai Modangan yang terkenal dengan tebing hijau dan ombaknya yang eksotis.

Namun nahas, sekitar siang hari, sejumlah anggota rombongan bermain terlalu jauh ke laut. Ombak yang semula tampak jinak, tiba-tiba datang menggulung kuat. Beberapa dari mereka tak sempat menyelamatkan diri dan akhirnya terseret arus.
Baca Juga : Pengamanan Maksimal Polresta Surakarta Siap Amankan Haul ke-114 Habib Ali Al Habsyi
Evakuasi Dramatis: Ada yang Selamat, Ada yang Hilang
Tim SAR gabungan, warga lokal, hingga nelayan sekitar bahu-membahu melakukan pencarian. Beberapa korban berhasil diselamatkan dalam kondisi lemas. Namun, sejumlah lainnya dinyatakan hilang dan hingga artikel ini ditulis, proses pencarian masih berlangsung.
Salah satu saksi mata, warga lokal bernama Pak Warno, mengatakan:
“Pantai Modangan itu cantik, tapi ombaknya bisa berubah seketika. Apalagi kalau sudah siang ke sore, biasanya arus bawahnya kuat.”
Bukan Pertama Kali: Pantai Indah, Tapi Penuh Risiko
Pantai Modangan sebenarnya bukan tempat wisata baru. Banyak komunitas, termasuk anak muda, yang tertarik datang karena keindahan alamnya yang masih ‘perawan’. Tapi, ini bukan kali pertama terjadi kecelakaan laut di sana.
Masalah utama? Kurangnya edukasi soal keselamatan di laut dan minimnya pengawasan.
Alih-alih menikmati liburan dengan aman, masih banyak pengunjung yang nekat berenang tanpa pelampung, atau bermain di area yang sebenarnya berbahaya.
Musibah ini menyisakan luka, tapi juga jadi peringatan. Bukan cuma untuk Karang Taruna atau rombongan tertentu, tapi untuk kita semua ini.






