payakumbuh – Bupati Safni Dituntut saat ini berada dalam sorotan publik seiring dengan meningkatnya berbagai persoalan yang terjadi di Kabupaten 50 Kota. Masyarakat menuntut ketegasan dan solusi nyata dari pemimpin daerah tersebut.
Bupati Safni Dituntut Berbagai permasalahan yang muncul, mulai dari infrastruktur yang rusak, kemiskinan yang masih tinggi, hingga persoalan pendidikan dan kesehatan, menjadi beban berat yang harus segera ditangani oleh Bupati.
Warga dari berbagai nagari menyuarakan keresahan mereka terhadap lambatnya penanganan jalan-jalan rusak yang sudah
Selain infrastruktur, masalah kemiskinan juga menjadi sorotan. Banyak warga yang mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Baca Juga : Kolaborasi Global! Dekranasda Payakumbuh dan The Sak Bali Siapkan UMKM ke Pasar Dunia
Permasalahan pendidikan juga menjadi tekanan tersendiri bagi Bupati. Fasilitas sekolah yang belum merata membuat siswa di daerah terpencil kesulitan mendapatkan pendidikan yang layak.
Guru-guru di daerah pedalaman pun mengeluhkan minimnya dukungan dari pemerintah daerah, terutama dalam hal tunjangan dan sarana penunjang pendidikan.
Di bidang kesehatan, masyarakat mengeluhkan keterbatasan layanan kesehatan di Puskesmas, termasuk kurangnya tenaga medis dan stok obat yang sering kosong.
Kritik juga datang dari kalangan DPRD 50 Kota yang menilai bahwa program kerja Bupati masih belum menunjukkan hasil signifikan sejak awal masa jabatan.
Menanggapi kritik tersebut, Bupati Safni meminta waktu dan dukungan dari semua pihak untuk bersama-sama membenahi berbagai sektor yang sedang bermasalah.
Bupati Safni menyatakan kesiapannya untuk lebih transparan dan terbuka dalam pelaporan penggunaan dana daerah.
Ia juga berjanji akan memperkuat sistem pengawasan internal guna mencegah terjadinya penyelewengan dana publik.
Tak hanya sektor ekonomi dan infrastruktur, masalah sosial seperti maraknya pernikahan dini dan pengangguran juga menjadi perhatian utama.
Pemuda di 50 Kota banyak yang menganggur karena minimnya lapangan kerja serta terbatasnya akses terhadap pelatihan keterampilan.
Pemerintah daerah pun tengah merancang program pelatihan vokasi dan kewirausahaan bagi generasi muda.
Warga berharap pemerintah lebih aktif memberikan informasi dan membuka ruang partisipasi bagi masyarakat untuk ikut memberi masukan.






