Payakumbuh – Ditunjuk Jadi Menpora Kabar mengejutkan datang dari jajaran Kabinet Indonesia Maju. Presiden Joko Widodo secara resmi menunjuk Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang baru.
Penunjukan ini mengakhiri masa jabatan Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), posisi yang telah ia emban sejak tahun 2019.
Pergantian posisi ini tentu menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat, politisi, hingga pelaku usaha, mengingat peran strategis Erick selama menjabat di Kementerian BUMN.
Baca Juga : Menhan Israel Usai IDF Luncurkan Serangan Darat: Gaza Terbakar
Ia banyak melakukan transformasi dalam tubuh perusahaan-perusahaan milik negara.
Di bawah kepemimpinannya, beberapa BUMN berhasil melakukan efisiensi dan mencetak keuntungan setelah sebelumnya terus merugi.
Namun, dengan amanah baru sebagai Menpora, Erick diharapkan mampu membawa semangat baru dalam dunia olahraga dan kepemudaan di Indonesia.
Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Erick Thohir memiliki rekam jejak panjang di dunia olahraga, terutama sebagai mantan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 dan Ketua Umum PSSI.
Presiden Jokowi menilai pengalaman tersebut sangat relevan untuk memajukan sektor kepemudaan dan olahraga yang dinilai masih memiliki banyak pekerjaan rumah.
Keputusan ini diumumkan dalam reshuffle kabinet yang dilakukan pada pertengahan September 2025, dan langsung menjadi topik hangat di berbagai media nasional.
Erick Thohir sendiri menyatakan kesiapannya mengemban tugas baru tersebut, meskipun ia mengaku berat meninggalkan BUMN.
“Ini adalah amanah baru yang harus saya jalankan dengan sepenuh hati. BUMN sudah saya rawat dengan cinta, sekarang waktunya saya berbakti di bidang kepemudaan dan olahraga,” ujar Erick dalam konferensi pers.
Presiden Jokowi menerima pengunduran diri tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi Erick Thohir selama memimpin Kementerian BUMN.
Selama masa jabatannya, Erick telah memimpin banyak perubahan di sektor BUMN, termasuk pembentukan holding, restrukturisasi utang, dan digitalisasi layanan publik.
Ia juga aktif mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan BUMN, termasuk melalui program magang, talent scouting, dan transformasi budaya kerja.






