payakumbuh – HUT RI ke Ketum Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan pesan penting kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya menjadikan momen kemerdekaan sebagai ajang refleksi dan aksi nyata dalam membangun bangsa yang berkemajuan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menghayati semangat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia
Menurutnya, kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari sebuah tanggung jawab besar untuk memajukan bangsa.
Dalam konteks kekinian, perjuangan tidak lagi di medan perang, tetapi di berbagai sektor kehidupan seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan teknologi.

Baca Juga : Tekan Inflasi, Pemko Gelar Pasar Murah & Lomba Pangan B2SA
Beliau menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa maju hanya dengan semangat seremonial, melainkan melalui kerja keras, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
Sejak masa sebelum kemerdekaan, Muhammadiyah telah berkontribusi besar dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Semangat ini masih terus hidup dan berkembang dalam gerakan Muhammadiyah yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah menyatakan bahwa visi “Indonesia Berkemajuan” selaras dengan prinsip-prinsip Islam yang mengedepankan ilmu, keadilan, dan kemanusiaan.
Visi ini tidak hanya bersifat ideologis, tetapi juga aplikatif dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Dalam bidang pendidikan, Muhammadiyah terus mendorong peningkatan kualitas dan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ribuan sekolah, pesantren, dan perguruan tinggi Muhammadiyah tersebar di seluruh Indonesia sebagai bukti nyata kontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Di bidang kesehatan, rumah sakit dan klinik Muhammadiyah hadir di berbagai pelosok, memberikan pelayanan tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau status sosial.
Ketum PP Muhammadiyah menekankan bahwa pelayanan ini merupakan bentuk dakwah kemanusiaan yang sejalan dengan semangat kemerdekaan.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan karya dan kontribusi positif.
“Anak muda harus menjadi agen perubahan. Jangan hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa,” tegasnya.
Dalam era digital dan globalisasi saat ini, anak muda Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing dan berkontribusi di tingkat dunia.
Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diiringi dengan akhlak mulia dan tanggung jawab sosial.
Ketum PP Muhammadiyah juga menyoroti pentingnya memperkuat persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.






