Payakumbuh – Kapolri Buru Diduga Pemberi Republik Indonesia (Kapolri) menyatakan tengah memburu pihak-pihak yang diduga menjadi dalang di balik pembiayaan aksi demo yang berujung kerusuhan di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami tidak akan tinggal diam. Negara tidak boleh kalah dengan oknum-oknum yang ingin mengacaukan stabilitas nasional,” tegas Kapolri di hadapan awak media.
Aksi demo yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini awalnya berlangsung damai, namun berubah menjadi ricuh di berbagai titik, termasuk di ibu kota dan kota-kota besar lainnya.

Baca Juga : membersihkan sampah atau memperbaiki fasilitas yang rusak
Dari hasil investigasi awal, polisi menemukan bukti adanya transfer uang dalam jumlah besar ke sejumlah rekening yang berkaitan dengan kelompok penggerak massa.
“Ini bukan sekadar unjuk rasa spontan.
Tidak hanya itu, polisi juga menemukan adanya propaganda melalui media sosial yang menyulut emosi massa dengan narasi provokatif.
“Kami akan ungkap siapa pun yang terlibat, tidak peduli jabatannya atau latar belakangnya,” tegasnya.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh ajakan-ajakan aksi yang tidak bertanggung jawab.
Kapolri juga telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polda dan Polres untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi serupa.
Langkah preventif dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban dari masyarakat maupun dari aparat keamanan sendiri.
Dalam ini beberapa kejadian, sejumlah anggota polisi terluka akibat lemparan batu dan serangan dari massa yang beringas.
Meski demikian, Kapolri menegaskan bahwa aparat akan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani aksi massa.
“Kami ingin menjaga hak warga negara untuk menyampaikan pendapat, tapi bukan dengan cara merusak atau melanggar hukum,” ucapnya.
Pemerintah pun ini menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Kapolri dalam menjaga ketertiban dan keamanan nasional.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menyebut aksi-aksi anarkis ini berpotensi mengganggu iklim investasi dan ketertiban umum.
ini Ia menambahkan bahwa siapa pun yang mencoba menunggangi aksi massa untuk kepentingan pribadi atau kelompok akan berhadapan dengan hukum






