payakumbuh – Perseteruan antara Uya Kuya dan Sherina Munaf yang sempat menghebohkan media sosial akhirnya menemui titik terang.
Kedua figur publik tersebut sepakat untuk berdamai setelah sebelumnya terlibat dalam perdebatan sengit mengenai seekor kucing peliharaan.
Masalah ini bermula ketika Sherina mengunggah sebuah cuitan di platform X (dulu Twitter) yang menyindir perlakuan tidak layak terhadap hewan peliharaan, tanpa menyebut nama.
Netizen kemudian mengaitkan sindiran tersebut dengan salah satu video yang diunggah oleh Uya Kuya, yang memperlihatkan seekor kucing dengan aksesori berlebihan dan berada dalam situasi yang dianggap tak pantas oleh pecinta hewan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2718828/original/072654100_1549015906-39749557_2144347992305120_3068369062790385564_n.jpg)
Baca Juga : MAKI Desak KPK Segera Tetapkan Tersangka di Kasus Korupsi Kuota Haji
Sherina, yang dikenal sebagai aktivis lingkungan dan pecinta
Di sisi lain, Uya merasa dirugikan oleh opini publik yang terbentuk karena unggahan Sherina, walaupun dirinya tidak pernah disebut secara langsung.
Uya kemudian membalas lewat media sosial, mengatakan bahwa kucing tersebut adalah milik anaknya dan diperlakukan dengan penuh kasih sayang.
Namun, konflik justru semakin melebar ketika para penggemar masing-masing artis ikut memperkeruh suasana.
Beberapa komentar bahkan menyerang secara pribadi, membuat suasana menjadi semakin tidak kondusif.
Dalam beberapa hari, perdebatan soal “kucing” ini menjadi topik hangat di berbagai platform sosial.
Banyak pihak mulai mendesak agar keduanya menyelesaikan masalah ini secara dewasa dan tidak memperpanjang konflik di ruang publik.
Menanggapi situasi tersebut, Sherina kemudian mengajak Uya untuk bertemu langsung dan berdiskusi secara terbuka.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya saling menyampaikan pandangan dan maksud di balik tindakan mereka masing-masing.
Sherina menjelaskan bahwa niatnya bukan untuk menyerang pribadi siapapun, tetapi untuk meningkatkan kesadaran tentang perlakuan etis terhadap hewan.
Uya pun mengapresiasi itikad baik Sherina, dan mengakui bahwa mungkin ada kekeliruan dalam cara menyampaikan kontennya.
Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam membuat konten yang melibatkan hewan peliharaan.
Sebagai bentuk rekonsiliasi, Sherina dan Uya bahkan merencanakan kampanye bersama untuk edukasi kesejahteraan hewan.






